Uang bukan tujuan akhir!
Klise, tapi nyatanya kalimat itu
dipatahkan dengan kenyataan yang ada. Diam-diam kamu dan hampir kita semua
masih berharap punya Gaji atau penghasilan yang lebih besar dari sekarang.
Alasan apa lagi kalau bukan kebutuhan yang rasanya tak pernah memuaskan
hasratmu yang semakin lama justru semakin banyak maunya. Rasa tak pernah
puas sebenarnya manusiawi sekali. Tapi mau sampai kapan kamu terus menuruti ego
yang pada akhirnya hanya merepotkanmu.
Bagaimana tak merepotkan kalau ini membuat
beberapa orang bersedia menghalalkan segala cara untuk memenuhinya. Kamu
sendiri semakin sering membanding-bandingkan apa yang didapatkan sekarang,
sampai lupa untuk sekadar mensyukurinya. Padahal gaji kecil bukan berarti
hatimu ikut sempit. Setidaknya beberapa hal ini perlu kamu ingat baik-baik.
*Jangan terus berandai punya gaji besar, karena yang penting sekarang kamu punya penghasilan sendiri
*Jangan terus berandai punya gaji besar, karena yang penting sekarang kamu punya penghasilan sendiri
Enak kali ya kalau punya gaji besar.
Bisa punya tabungan lebih, bisa buat jalan-jalan atau beli ini-itu.
Berandai memang mudah, tapi pada
akhirnya itu buatmu lelah. Ibarat menaiki tangga tapi sayang tujuannya tak
jelas. Membuatmu hanya terus menajak dan menajak, dengan satu
kekhawatiran. Bagaimana kalau tangga yang jadi pijakan angan-anganmu runtuh
karena hantaman kenyataan yang lebih kuat? Mau sampai kapan kamu menyiksa
dirimu dengan pengandaian yang tak jelas juntrungannya?
Toh saat ini yang penting kamu punya
penghasilan sendiri. Di usia yang cukup muda kamu, tak perlu lagi meminta
orangtua. Sekalipun mereka mampu dan berkecukupan untuk membiayai semua
keperluan serta kesenanganmu. Bukankah punya penghasilan sendiri sudah
membuatmu punya kebanggaan tersendiri? Bahkan orangtuamu pun bangga denganmu
yang dianggap sudah mulai bisa mandiri secara finansial.
*Manusiawi memang hasrat untuk punya uang lebih, tapi apa iya bisa jadi jaminan untuk buatmu happy
*Manusiawi memang hasrat untuk punya uang lebih, tapi apa iya bisa jadi jaminan untuk buatmu happy
Manusia memang tak pernah puas.
Maunya bukan sekadar cukup, tapi harus lebih dan lebih. Seolah sesuatu yang
berembel-embel lebih itu jaminan untuk bahagia. Padahal bahagiamu tak bisa
jika hanya diukur oleh materi yang dirimu peroleh. Melakukan hal-hal yang
menyenangkan dan pastinya memberi manfaat, seperti hobi. Siapa tahu hobimu ini
bisa jadi ladang penghasilan baru.
*Coba lihat ke bawah sesekali, di luar sana masih ada yang gajinya lebih kecil lagi
*Coba lihat ke bawah sesekali, di luar sana masih ada yang gajinya lebih kecil lagi
Kapan ya bisa punya gaji sebesar dia. Padahal aku punya pengalaman lebih banyak dari dia!
Jujur, kadang keinginan punya gaji
lebih besar itu datang karena melihat seseorang yang penghasilannya lebih
tinggi darimu. Tepatnya kamu sedikit iri dengan mereka, apalagi saat dirimu
merasa punya pengalaman yang lebih banyak. Tapi di titik ini harusnya kamu
mengerti, bahwa menyusuri perjalanan tak bisa dengan kepala yang terus
mendongak ke atas.
Kamu perlu sesekali melihat ke bawah
pijakanmu. Sebab di bawah sana ada hal-hal yang bisa membuatmu belajar
hati-hati, hingga bersyukur dengan yang kamu miliki. Di bawah sana pun ada
banyak yang gajinya lebih kecil darimu. Tapi mereka tak sepertimu yang lupa
bersyukur dan sibuk berandai daripada mewujudkannya.
*Anggap saja gaji kecil ini tempat kamu belajar mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya
*Anggap saja gaji kecil ini tempat kamu belajar mengatur keuangan dengan sebaik-baiknya
Sebenarnya gajimu ini cukup untuk memenuhi semua kebutuhanmu. Bahkan kamu pun bisa menyisahkannya sedikit untuk ditabung. Hanya saja kadang kamu lupa untuk mengatur penghasilanmu dengan sebaik-baiknya. Membuat peribahasa “lebih besar pasak daripada tiang” ini terjadi di dirimu. Padahal harusnya gaji yang sedikit ini pun bisa jadi wadah kamu untuk belajar mengolah keuangan. Bagaimana caranya gaji sebesar itu bisa memenuhi kebutuhanmu dalam sebulan? Mulai dari yang paling penting alias primer, lalu skunder, sampai yang tersier seperti bervakansi atau membeli gawai terbaru.
*Sebab semua ada prosesnya, seperti gaji yang pasti meningkat selama karirmu terus dikembangkan
Siapa bilang gajimu tak bisa
meningkat? Bisa, tapi bukan berarti gajimu yang sekarang ini diratapi. Percaya
saja semua pasti sudah ada dalam porsinya. Sekarang kamu harus bersyukur dengan
gaji yang menurutmu sedikit. Bagaimana caranya supaya gaji sedikit ini memberi
banyak pelajaran ke dirimu? Salah satunya tak lupa untuk berbagi dengan sesama
mungkin. Toh gajimu pun ini berproses seperti halnya karirmu. Selama kamu masih
punya kemauan untuk selalu lebih memajukan langkah karirmu. Selama itu pula
kesempatan untuk ada peningkatan gaji ada.
“Persetan dengan gaji kecil ataupun
besar. Toh rezekimu sampai kapan pun tak akan pernah tertukar”
sumber : https://www.hipwee.com/motivasi/gaji-kecil-tetap-berbesar-hati/
sumber : https://www.hipwee.com/motivasi/gaji-kecil-tetap-berbesar-hati/

No comments:
Post a Comment